Jika Emmanuel Macron terpilih, Perancis akan memiliki Ibu Negara dengan 7 cucu dan lebih tua 25 tahun dari sang presiden. Ia juga akan menjadi Ibu Negara tertua, sedangkan suaminya menjadi pemimpin Perancis termuda.
Pemilihan Presiden Perancis tahun ini menjadi lebih berwarna. Hal ini tak lepas dari kisah salah satu kandidatnya,
Emmanuel Macron, yang terus menjadi pembicaraan hangat. Bukan hanya karena program dan penampilannya saja yang membuatnya populer. Kehidupan pribadinya bersama sang istri memberi kisah haru dan romantis.
Pada putaran pertama Macron berhasil mengalahkan calon kuat lain dari Front Nasional, Marine Le Pen yang hanya meraih 21,5 persen suara. "Kita telah membuka lembaran baru dalam sejarah politik Perancis," kata Macron.
Langkahnya menuju kursi nomor satu di Perancis semakin dekat. Setelah dia berhasil melewati putaran pertama, kini ia siap bertarung di putaran kedua pemilihan presiden Perancis. Jika itu terwujud, maka akan terjadi sejarah baru dalam dunia politik Perancis. Untuk pertama kalinya, Perancis akan memiliki Ibu Negara dengan 7 cucu dan lebih tua 25 tahun dari sang presiden. Ia juga akan menjadi ibu negara tertua, sedangkan suaminya menjadi pemimpin Perancis termuda.
Mantan banker investor Perancis ini membuat para pendukungnya terpesona karena selama ini selalu menujnukkan cinta yang luar biasa terhadap istrinya, Brigitte Trogneux, yang terpaut 25 tahun darinya. Kesetiaan Macron juga menjadi hal yang mengharukan..
Pertemuan Macron dan sang istri adalah ketika Macron berusia 15 tahun. Kala itu Macron adalah murid SMA dimana Brigitte mengajar. "Saat berumur 17 tahun, Macron mengatakan kepada saya, 'Apa pun yang kamu lakukan, aku akan menikahi dirimu'," urai Brigitte Trogneux. Pada Saat itu, Brigitte sudah memiliki tiga anak.
Perasaan cinta Macron harus tertunda karena Macron harus pindah ke Paris untuk menyelesaikan pendidikan menengah. Dalam buku 'Emmanuel Macron: A Perfect Young Man' yang ditulis Anne Fulda, orangtua Macron menyuruh Trogneux menjauhi putra mereka, setidaknya sampai berusia 18 tahun.
Namun, terpisah jarak justru membuat hubungan mereka semakin panas, meski hanya lewat telepon. "Kami saling menelepon hampir setiap waktu, menghabiskan waktu berjam-jam dengan telepon," cerita Brigitte mengenang asmara mereka.
Pada awalnya, Brigitte menolak diajak menikah dengan berbagai alasan dan memberi berbagai nasihat. Namun, akhirnya cinta Macron yang dalam mampu meluluhkan hati sang guru. "Sedikit demi sedikit dia mampu mengatasi penolakan saya dengan cara yang sulit dipercaya, dengan kesabaran," jelas Brigitte.
Setelah Brigitte bercerai dari suaminya, pada 2007 keduanya mengikat janji sebagai sepasang suami istri hingga kini.
Baca juga: Macron - Brigitte Cinta dengan Jarak Usia 25 Tahun
Dari suami sebelumnya, Brigitte mempunyai tiga anak. Anak bungsunya, Tiphaine Auziere (30) bekerja dalam tim kampanye Macron. Dia menyebut, ayah tirinya sebagai sosok berkepribadian luar biasa dan cerdas.
Anak sulung Trogneux, Sebastien, dua tahun lebih tua usianya dari Macron. Sedangkan anak kedua Brigitte, Laurence, seumur Macron dan berada di kelas yang sama saat pertama Brigitte jumpa dengan Macron.
Macron menjelaskan, dia dan istrinya telah memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Dari anak-anak Brigitte dengan suami terdahulu, pasangan itu kini sudah mendapat tujuh cucu. “Tanpa harus menjadi anak-anak dan cucu biologis, saya membanjiri mereka dengan cinta,“ kata Macron.
Selama kampanye presiden, Macron selalu terlihat romantis bersama istrinya di depan publik. "Saya tak menyembunyikan istri saya. Dia di sini dalam hidup saya dan akan selalu begitu," kata Macron. Macron pun kerap memuji istrinya yang disebutnya amat berkontribusi dalam hidupnya, membentuk bagaimana ia menjadi sosok seperti sekarang ini. *
Komentar