Kisah cinta antara calon Presiden Perancis Emmanuel Macron dan sang istri, Brigitte Trogneux, tengah menjadi perhatian dunia. Saat ini, Macron yang gagah dan tampan itu berusia 39 tahun sedangkan sang istri berusia 64 tahun.
Cinta memang rahasia Tuhan, seringkali tak terduga kepada siapa datangnya. Demikian juga dengan kisah yang fenomenal ini. Kisah cinta yang tak hanya menjadi sorotan di negeri Eiffel saja, tapi juga di dunia internasional.
Sorotan itu datang saat dunia mengetahui perbedaan usia keduanya. Usia Macron lebih muda 25 tahun dibanding istrinya Brigitte. Macron (kelahiran Amiens, 21 Desember 1977) saat ini berusia 39 tahun (menjelang 40 tahun), sedangkan sang istri saat ini berusia 64 tahun.
Emmanuel Macron adalah seorang pejabat senior, politikus dan mantan banker investor Perancis. Pada 26 Agustus 2014 ia dilantik menjadi Menteri Ekonomi, Pembaruan Industri dan Teknologi Informasi dalam pemerintahan Manuel Valls. Saat ini Macron tengah menjadi perhatian dunia karena pencalonan dirinya sebagai presiden Perancis.
Brigitte adalah guru Macron saat SMA di kota Amiens, Prancis bagian utara. Perasaan cinta di antara keduanya dikabarkan telah tumbuh sejak lama. Pada usia 17 tahun, Macron dikabarkan sudah menyatakan kepada Brigitte dan berniat menikahinya. Namun, keinginan Macron mendapat tentangan dari kedua orangtuanya, apalagi ketika itu Brigitte sudah menikah dan memiliki tiga anak.
Tentangan yang datang tak begitu saja menyurutkan cinta Macron dan Brigitte . Pada tahun 2007, setelah Brigitte bercerai, kedua pasangan tersebut akhirnya menikah. Saat itu Macron berusia 29 tahun, dan Brigette berusia 54 tahun.
Salah seorang Putri Brigette, Tiphaine Auzière mengisahkan, Macron terlebih dahulu meminta izin dia dan dua suadaranya untuk menikahi ibunya. Mendengar itu, Auziere menuturkan, dia dan dua saudaranya langsung mengizinkan Macron menikahi Briggete.
Baca juga: Anak Sulung Brigitte Usianya Lebih Tua dari Macron
"Ketika dia memutuskan untuk menikahi ibu saya, dia datang menemui kami dan mengatakan kepada kami dia ingin menikahi ibu kami. Itu adalah tindakan yang berani, karena tidak semua orang akan melakukan hal ini, dan telah meminta kami sebelumnya. Dia (Brigette) memastikan untuk mengetahui apakah pernikahan itu akan menjadi sesuatu yang akan diterima anak-anaknya," ucap Auzière.
Seorang koresponden CNN di Perancis Jim Bittermann mengatakan, kisah cinta Macron tidak terlalu menarik perhatian warga Perancis. Pasalnya, "skandal" adalah hal yang lumrah dalam kehidupan para politisi di Perancis. Dia mencotohkan Presiden Perancis Francois Hollande yang kerap gonta-ganti pasangan, atau mantan Presiden Perancis François Mitterrand yang memiliki anak dari selingkuhannya.
Bitterman mengatakan, sosok Brigette bisa membantu Macron memenangkan pemilu Perancis. "Berada di samping Brigette akan membuat Macron telihat lebih dewasa," ucap Bitterman. Dia kembali mengatakan, "Pada dasarnya ini bukan isu besar. Anda seharusnya bertanya pada diri Anda mengapa Amerika menganggapnya masalah besar. Apakah ini mempengaruhi caranya memerintah?" ungkapnya.
Tak hanya banyak mendapat banyak dukungan dari rakyat Perancis. Mantan Presiden Amerika Barack Obama pun turut memberikan dukungannya kepada Macron. “Saya tidak berencana untuk terlibat di banyak pemilu, namun bagi saya Pilpres Perancis sangatlah penting untuk masa depan Perancis dan juga nilai-nilai yang kita percaya,” katanya dalam sebuah video yang dirilis oleh tim kampanye Macron, Kamis (4/5/2017).
Dalam putaran pertama yang digelar 23 April kemarin, Macron yang mantan bankir investasi itu berhasil meraup suara terbanyak dengan perolehan sebanyak 24,01 persen. Diikuti oleh Marine Le Pen, capres dari Partai Front Nasional Prancis, yang meraup 21,30 persen suara. Dari total 11 capres, hanya dua capres teratas yang lolos ke putaran kedua yang akan digelar pada Minggu 7 Mei mendatang.*
Komentar